Sulap Sampah Jadi Energi


BATAM, BC - Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan Sampah baru ditetapkan menjadi Undang-Undang oleh DPR-RI. Diharapkan aturan itu bisa membawa perubahan mendasar dalam tata-kelola sampah di Tanah Air. Bagi daerah lain mungkin ini menjadi landasan hukum mengelola sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Tapi bagi Batam selangkah lebih maju dari amanat UU itu, karena sudah ada kerjasama dengan pihak swasta untuk mengelola sampah di Batam.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Batam, Yusfa Hendri yang juga Ketua Panitia lelang persampahan mengatakan kerjasama dengan pihak swasta akan menjadikan Batam lebih maju dari amanat undang-undang itu.

Apabila kerjasama dengan swasta itu dimulai, ada dua keuntungan yang akan diperoleh Pemko yakni perusahaan tersebut akan investasi tiga tahun pertama sebesar Rp189,9 miliar dan reinvesment setiap lima tahun sebesar Rp60,7 miliar. Dana reinvesment itu digunakan untuk pengadaan dan pembelian peralatan termasuk pengadaan mobil sampah. Sedangkan keuntungan berikutnya, sampah akan dikelola sebelum masuk ke TPA berupa pembuatan kompos. Pemilahan barang bernilai ekonomis seperti botol-botol, plastik dan lainnya akan didaur ulang.

"Kita sudah mulai menerapkan 3R yakni reduce, reuse, recycle atau mengurangi, menggunakan ulang, dan daur ulang. Rencanakan sampah sampai ke TPA harus Zero wash atau nol sampah. Kalau ada sampah yang tidak bisa dijadikan kompos, akan dibuat seperti bola-bola dimasukkan ke karung kedap air dan dijadikan penahan abrasi," kata Yusfa Hendri, Kamis (10/4).

Yusfa menyebut saat ini pengelolaan sampah di Batam sudah diatas open dumping dibawah landfill yaitu menumpuk sampah dengan diselingi lapisan tanah. "Kita sudah menutup sampah, namun masih bertahap dan berkala ada penimbunan mingguan dan bulanan. Kita juga sudah melakukan penghijauan di dekat TPA Punggur yang sudah dilapisi tanah," tutur Yusfa.

Menurut Yusfa, saat ini konsep pengelolaan sampah dengan 3R yaitu reduce, reuse, recycle atau mengurangi, menggunakan ulang, dan daur ulang sudah dilakukan namun masih bertahap. "Kita sudah membuat konsep sampah yang akan masuk ke TPA setelah menerapkan 3R ini akan nol sampah. Kalau yang dibuat pemerintah itu volume sampah yang dikirim ke TPA masih 30 persen dari kondisi pengelolaan tanpa konsep 3R. Karena UU ini masih baru jadi diambil yang tidak terlalu memberatkan daerah lain yang selama ini mengelola sampah dengan open dumping," jelas Yusfa.

Bahkan Yusfa menyebut sampah yang sudah dijadikan kompos akan bisa diolah menjadi sumber energi. Untuk diketahui pelelangan sampah sudah dilakukan dan pemenangnya adalah PT Surya Sejahtera, tinggal menunggu teken kontrak. Perusahaan tersebut bisa mengelola sampah, mendaur ulang termasuk menjadikan sumber energi. Tidak tertutup kemungkinan nanti PLN bisa membeli energi dari pengelolaan sampah itu.

Kepala Bidang Kebersihan, Heriman mengatakan saat ini sudah ada warga yang memanfaatkan sampah menjadi kompos. Sudah ada warga di Tanjung Riau dan Tanjung Uma menjadikan sampah menjadi kompos dan dipergunakan untuk pupuk tanaman.

Tidak ada komentar: