Maling Ketiduran di Mobil

Kuala Lumpur, BC – Sudah berstatus penegak hukum, tapi bermental maling. Itulah yang dilakukan seorang oknum polisi di Malaysia saat mencoba mencuri sebuah tape stereo dari dalam mobil Mercedes Benz setelah berhasil mencongkel pintunya. Namun, bukannya langsung kabur, polisi maling tersebut malah ketiduran di atas empuknya jok mobil mewah tersebut.

Surat kabar The New Straits Times, Jumat pekan lalu, mengungkapkan bahwa peristiwa berlangsung Senin (14/4), di suatu parkir hotel di negara bagian Malaka, Malaysia bagian selatan. Oknum polisi tersebut kemungkinan lagi fly akibat mengonsumsi obat saat menjalankan aksinya. Dia dicurigai sebagai anggota geng spesialis pencurian pada kendaraan bermotor.

Temui SBY di Istana, Hidayat: Belum saatnya Lirik-lirikan

JAKARTA , BC - Di saat nama PKS sedang berkibar, tokoh utama PKS yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nurwahid, menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/4) siang. Pertemuan khusus ini menimbulkan berbagai spekulasi, terutama terkait capres yang kini sedang hangat dibicarakan. Hidayat dinilai berpeluang kuat mendampingi SBY pada pilpres mendatang.

Namun, Hidayat menepis isu itu. Ia mengaku pertemuan itu tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah politik maupun negara. “Tidak. Ini kan hari minggu, saya menyampaikan masalah pribadi saya," ujarnya di sela-sela acara diskusi terbatas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu.

Hidayat mengatakan, ia meminta Presiden SBY untuk menjadi saksi pada pernikahannya dengan dr Diana Abbas Thalib yang direncanakan berlangsung 10 Mei 2008.
"Saya memohon beliau untuk menjadi saksi dalam pernikahan saya nanti,” katanya lagi.
Pertemuan itu dinilai diluar kebiasaan. Kalau membicarakan masalah pribadi, mestinya dilakukan di luar istana, misalnya di kediaman pribadi presiden di Cikeas, Bogor. Namun pertemuan kali ini justru dilakukan di istana, pada hari Minggu lagi.

Ketika ditanyakan soal itu, Hidayat mengatakan itu factor kebetulan saja. “Mungkin ada pekerjaan yang harus diselesaikan Presiden di Istana. Saya berharap tidak dipolitisasi,” katanya.

Hidayat membantah bahwa kemungkinan ia dilirik oleh Partai Demokrat (PD) sebagai pasangan SBY pada Pemilu 2009.

"Kalau melirik kan tidak perlu. Tidak saatnya pelotot-pelototan dan lirik-lirikan," ujarnya.
Nama Hidayat Nurwahid belakangan ini santer disebut-sebut sebagai calon presiden atau cawapres paling potensial. Selain masih terbilang muda, PKS yang didirikannya sedang mendapat simpati luas masyarakat. Hal itu terlihat dengan unggulnya calon PKS pada pilgub di Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Sebelumnya, nama Hidayat juga sempat muncul untuk disandingkan dengan Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengkubuwono X, atau dengan Jusuf Kalla. Ada juga skenario Hidayat-Meutia Hatta.

Terkait rencana pernikahannya, kata Hidayat, ia juga telah meminta kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menjadi saksi. Sedangkan untuk nasihat pernikahan, mantan Presiden PKS itu mempercayakan pada tokoh NU dan Muhammadiyah.
"Untuk yang memberikan nasihat pernikahan Pak Hasyim Muzadi dan Pak Din Syamsuddin," ungkapnya.

Hidayat menolak, apa yang dilakukanya ini memiliki makna politis. Apalagi bila dikaitkan dengan lobi-lobi politik menjelang Pilpres 2009.
"Tidak ada pembicaraan soal capres. PKS-kan sudah jelas akan menunggu pemilu legislatif sebelum bicara soal capres. Itulah juga mengapa saya bertemu dengan Pak SBY pada hari Minggu ini, bukan hari kerja," tukas Hidayat.

Sementara Presiden PKS Tifatul Sembiring mengungkapkan dalam internal partai memang bergulir nama-nama capres. Namun hal itu bukan untuk menjadi konsumsi publik.

Dirut Adam Air Diperiksa Mabes Polri

Jakarta, BC - Direktur Utama PT Adam Sky Connection (Adam Air) Adam Suherman diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Badan Reserse Kriminal Polri atas dugaan penyimpangan keuangan di maskapai penerbangan itu.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri di Jakarta, Senin, mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut Polri terhadap laporan bahwa ada penyimpangan keuangan di perusahaan itu.

Danuri mengatakan, pemeriksaan tersebut masih sebatas mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak."Belum ada tersangka dalam kasus ini," katanya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Adam Air Gustiono melapor ke Mabes Polri dengan tuduhan terjadi berbagai penyimpangan yang menyebabkan kerugian ratusan miliar Rupiah seperti penyimpangan pada penjualan tiket, pelayanan kargo, hingga kredit macet di bank.

Laporan itu merupakan babak terbaru kasus Adam Air setelah maskapai itu dihentikan operasionalnya oleh pemerintah karena sering terjadi kecelakaan.

Adam Air kini sedang mengalami kesulitan setelah partner bisnisnya dari Bhakti Investasma Group yang mengusai 50 persen saham hengkang dari perusahaan itu.

Maia Diacungi Jari Tengah

Jika Kangen Band bersikap kalem menanggapi hujatan dari rapper yang menamakan dirinya The Law, tak demikian dengan Duo Maia. Manajemen Duo Maia seakan 'kebakaran jenggot' begitu mendengar kabar ada lagu rap yang isinya menghina mereka. The Law menyebut-nyebut Baladewa (julukan fans Dewa 19) sangat membenci duo yang berdandan harajuku itu.
Penggalan lirik A Tribute to Maia yang membuat Duo Maia meradang itu adalah:

Mulan Jameela udah ninggalin Ratu
Album Dewi-Dewi masih yang paling laku
Andra and the Backbone yang jadi nomer satu
Gue kasih jempol terbalik buat albumnya Ratu.....

Udah deh mendingan cepetan loe insaf
Sebelum baladewa Indonesia pada khilaf
Ini cuma nasihat we still love you anyway
Kalau loe kagak suka, hoo EGP.....

Now throw ur hand in the air buat duo maia
Jari tengah di udara buat duo maia

Meski mengakui belum mendengar langsung lagu itu, pihak Maia diwakili pengacara Sheila Salomo, mengancam akan menempuh jalur hukum. Itu setelah terkumpul bukti jika benar The Law sengaja menghina Duo Maia. ”Kami akan dengarkan dulu dengan baik, lalu dibahas bersama,” ujar Sheila, Minggu (20/4).

Konon lagu bertajuk A Tribute to Maia itu hanya beredar lewat internet dan ponsel. Bahkan, di beberapa forum milis, lagu cacian itu menjadi top download alias banyak yang mengunduhnya. Ditengarai aksi The Law cuma meniru rapper Inggris, Eminem, yang terkenal karena lagu sensasinya juga berisi cacian kepada sejumlah selebriti Hollywood, salah satunya Madonna.

Siapakah The Law? Kabar yang beredar, Dhani dicurigai ada di balik lagu berkata-kata sarkas The Law itu. Maklum, perseteruan Dhani-Maia memang masih panas. Namun hal ini harus dibuktikan lebih dulu. Sheila juga enggan mengomentari karena memang belum ada bukti bahwa Dhani di belakang itu. ”Kami akan telusuri itu,” elak pengacara yang tengah mengurus proses perceraian Maia dengan Ahmad Dhani ini.

Sheila menambahkan, jika memang perlu Maia akan menempuh jalur hukum. Maia juga siap memburu keberadaan rapper yang 'bersembunyi' di balik nama The Law itu.

Pada 2007 lalu, Kangen Band juga menjadi 'korban' hinaan The Law. Grup band asal Lampung itu bahkan disebut sebagai band udik dengan lagu-lagu kampungannya. Lagu Kangen Band dinilai sebagai kemunduran dalam dunia musik. Toh, meski dianggap kampungan, band ini tetap melejit.

KPU Jabar Tetap Gelar Pleno Pengesahan Suara

Bandung, BC- Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat (KPU Jabar) tetap akan menggelar Rapat Pleno Pengesahan Hasil Penghitungan Suara Pilkada Jabar, Selasa (22/4), meski terjadi serangkaian aksi demonstrasi pendukung H Agum Gumelar - H Nu`man Abdul Hakim.

"Hingga hari ini jadwal Pleno KPU untuk mengesahkan hasil penghitungan Pilkada tetap tak berubah yakni Selasa (22/4) besok," kata Sekretaris KPU Jawa Barat, H Deddy S Warmana di Bandung, Senin.

Menurut Deddy, pihaknya menyiapkan ruang Rapat Utama KPU Jabar sebagai tempat penyelenggaraan acara tersebut.

"Kami belum menerima adanya perubahan jadwal pleno, dan segala sesuatunya sudah disiapkan untuk besok termasuk pengamanan," kata Deddy Warmana.

Lebih lanjut, Deddy mengatakan, jadwal Pleno penetapan hasil suara dan pengumuman pemenang Pilkada Jabar 2008 itu dimulai pukul 10.00 WIB dan akan dihadiri oleh seluruh angota KPU, unsur Muspida Jabar, Panwaslu, Akademisi serta para saksi dan tim sukses dari ketiga pasang calon gubernur/ wakil gubernur Jabar.

Ketiga pasangan cagub/ cagub Jabar adalah H Danny Setiawan - H Iwan Sulanjana (Dai), H Agum Gumelar - H Nu`man Abdul Hakim (Aman) serta pasangan H Ahmad Heryawan - H Dede Yusuf (Hade).

Berdasarkan hitung cepat, pasangan H Ahmad Heryawan - H Dede Yusuf unggul dengan meraih 39 persen suara, Agum - Nu`man 35 persen dan Danny - Iwan mengumpulkan 26 persen suara.

Sementara itu, Kapolda Jabar, Irjen Pol. Susno Duadji menyatakan pihaknya siap mengamankan Pleno KPU Jabar tersebut termasuk mengerahkan peralatan anti huru-hara dan kendaraan taktis termasuk meriam air.

Pada Senin, belasan orang yang mewakili pendukung "Aman", bertemu dengan anggota KPU Jabar yang diwakili H Ferry Kurnia Rizkiansyah.

Mereka mendesak KPU Jabar membatalkan rencana rapat pleno tersebut dan melakukan penghitungan suara ulang dengan membuka kembali kotak suara di beberapa daerah.

Pertemuan yang sempat memanas itu bubar dan massa tampak kecewa dengan jawaban pihak KPU Jabar. Mereka menyatakan akan mengerahkan massa dalam jumlah besar pada esok hari

Antarkader Partai Demokrat Baku Hantam

Surabaya, BC-Rombongan Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Hadi Utomo dihadang para kadernya saat akan menghadiri pelantikan pengurus DPC, DPAN, dan DPRt PD Kota Surabaya di Gedung Jatim Expo Surabaya, Minggu (20/4). Penghadangan itu juga diwarnai baku hantam antarkader PD. Insiden tersebut membuat murka Hadi Utomo yang saat itu hadir bersama anggota DPR RI Adjie Masaid dan Calon Gubernur (Cagub) Jatim yang dijagokan Partai Demokrat, Soekarwo. Saat wartawan berusaha mengonfirmasi hal itu, Hadi enggan menanggapi.

Insiden penghadangan itu berawal ketika mobil Land Cruiser berplat nomor B 1004 Q yang ditumpangi Hadi Utomo melintas di Jl A Yani dengan pengawalan menuju Gedung Jatim Expo.
Saat berada di jalan depan Gedung Jatim Expo, sekitar 30-an massa mengatasnamakan pendukung Abdul Hamid Mahmud, Ketua PD Jatim yang dicopot, merangsek ke arah rombongan Hadi Utomo.

Tepat di depan mobil yang ditumpangi Hadi, massa yang diketuai Zaini Logam ini membentangkan spanduk yang berisi penolakan atas SK DPP Nomor 35/SK/DPP/DPD.PD/III/2008 yang mencopot Abdul Hamid dari jabatan Ketua PD Jatim.

Mereka juga membentangkan spanduk lain yang mengecam dan menolak Anas Urbaningrum, pelaksana tugas harian DPD PD Jatim, sebagai calon anggota DPR RI mewakili rakyat Jatim dari Partai Demokrat pada Pemilu 2009 mendatang.

Aksi ini membuat petugas pengawal Hadi Utomo berupaya membubarkan massa. Sementara belasan massa PD yang berkumpul di depan Jatim Expo langsung semburat berupaya mengejar massa pro Abdul Hamid. Keributan antarkader itu berlangsung sangat cepat, bahkan pendukung Hadi Utomo sempat memukul wajah Zaini Logam.

Melihat situasi memanas, petugas kepolisian langsung mengamankan Zaini dari lokasi dan dimasukkan ke mobil patroli polisi. Zaini kemudian dibawa ke mobil patroli Polsekta Wonocolo yang ada di belakang gedung Jatim Expo.

Sebenarnya, kericuhan sudah tercium beberapa saat sebelum insiden itu terjadi. Spanduk-spanduk bernada provokatif dibentangkan oleh Zaini di areal pagar gedung Jatim Expo. Sempat terjadi insiden saling rebut spanduk meski akhirnya dimenangkan kubu Zaini.

Kemelut di Partai Demokrat Jatim sudah tercium sejak Juni 2007 silam ketika DPP mengeluarkan SK Nomor 07/SK/DPP/DPD.PD/2007 tanggal 5 Juni 2007. SK yang ditandatangani Hadi Utomo dan Sekjen Marzuki Alie itu mengungkapkan bahwa seluruh tugas dan tanggungjawab ada di tangan Pelaksana tugas ketua harian yakni Anas Urbaningrum.

Dengan demikian secara otomatis Abdul Hamid tidak memiliki kekuatan dalam menjalankan roda organisasi.
Pencopotan Abdul Hamid ini semakin nyata ketika DPP mengeluarkan SK Nomor 35/SK/DPP/DPD.PD/III/2008. k1

Efiliani: Saya Bukan PSK



Foto:
Efiliani


JAKARTA, MINGGU- Efiliani, wanita muda yang ikut digiring Komisi Pemberantasan Korupsi saat penangkapan anggota DPR Al-Amin Nasution di Hotel Ritz Carlton beberapa waktu lalu mengklarifikasi pemberitaan pers yang menyudutkannya dirinya. Bahkan telah menyebut dirinya sebagai pekerja seks komersial (PSK).

"Saya bukan PSK, tetapi mahasiswi dan masih terdaftar di Kampus Universitas Pakuan Bogor angkatan 2006 semester VI," kata Efiliani saat jumpa pers di Jakarta, Minggu (20/4).

Efiliani yang didampingi neneknya dan sejumlah pengacaranya itu juga menyatakan tidak mengenal anggota DPR Al Amin Nur Nasution yang kini tengah ditahan KPK karena diduga menerima suap.

Saat penangkapan terjadi pada 9 April lalu, kata Efiliani, dirinya hanya memenuhi undangan Arya, teman Al Amin Nasution, untuk mencari hiburan dan sama sekali tidak tahu menahu perihal kasus suap tersebut.

Sebelumnya, media memberitakan bahwa bersamaan dengan tertangkapnya anggota DPR dari FPPP itu menerima suap di Ritz Carlton, juga ditangkap pula seorang wanita yang sebelumnya diduga sebagai PSK.

Hj Agustina, nenek Efiliani, mengatakan, akibat pemberitaan yang menyebutkan cucunya sebagai PSK dan terlibat dalam kasus suap Al Amin tersebut, pihak Universitas Pakuan menyatakan Efiliani sudah tidak terdaftar lagi.Selain itu, katanya, karena pemberitaan itu pula kakak Efiliani di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja.

"Semua pemberitaan yang tidak benar itu sangat menyakitkan bagi keluarga kami. Karena itu kami minta agar pencemaran nama baik ini dibersihkan," kata Hj Agustina.

Arya, pria yang bersama Afiliani saat penangkapan itu terjadi menjelaskan, dirinya memang mengenal Al Amin Nur Nasution sebagai teman satu organisasi di KNPI. Mengenai pertemuannya dengan Al Amin Nur Nasution di Ritz, dia mengatakan hal itu hanya silaturahmi yang biasa dilakukannya selama ini.